Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Modal Membuka Bisnis Barber Shop dan Cara Menjalankannya

Bisnis Barber shop termasuk usaha yang saat ini sudah banyak dijalankan banyak pihak. Jika ada yang bertanya apakah usaha barbershop menjanjikan, maka jawabannya adalah iya. Meski sudah ada banyak barber shop yang berdiri, namun persaingan untuk masuk ke bidang usaha ini masih terbuka lebar.

Namun sebelum memulai bisnis golongan barber shop, maka harus tahu dulu apa saja aspek yang harus dilakukan dan diperhatikan sejak awal. Apabila semua aspek ini sudah dipahami, maka proses menjalankannya akan jauh lebih mudah. Berikut penjelasan lengkapnya:

Golongan Modal Barbershop yang Dibutuhkan

Membuka Bisnis Barber Shop
Tips membuka bisnis barber shop 

Aspek pertama yang harus diketahui jika ingin membuka bisnis barber shop adalah modal barbershop yang dibutuhkan. Jika dirinci, ada empat golongan modal utama yang akan dibutuhkan untuk proses pembukaannya. Penasaran dengan rincian modal tersebut? Untuk mengetahuinya, simak beberapa golongan berikut ini:

1. Biaya Tempat

Golongan modal pertama yang dibutuhkan adalah biaya tempat untuk membuka barber shop. Apabila membuka bisnis barbershop rumahan, maka biaya tempat yang dibutuhkan tidak ada. Kisaran harga tempat untuk tiap wilayah tentunya berbeda.

Baca Juga: Tips membuka usaha cucian mobil anti robot untung besar

Biasanya, kisaran harga di kota besar dengan lokasi strategis ada di antara 100 sampai dengan 300 juta rupiah per tahun. Sedangkan untuk kota-kota kecil biasanya hanya berada di kisaran 1 sampai 2 juta untuk tiap bulannya.

2. Biaya Peralatan

Kemudian, biaya peralatan masuk dalam golongan modal membuka bisnis barber shop kedua yang harus dipersiapkan. Alat-alat untuk memulai bisnis ini tentunya tidak banyak. Penyediaan alat ini juga akan disesuaikan dengan jenis layanan dan kualitas paket layanan yang akan diberikan.

Jadi kisaran biaya yang dibutuhkan juga akan berbeda untuk tiap-tiap pebisnis. Namun jika di total, dana untuk melengkapi peralatan ini ada pada kisaran 2 sampai dengan 5 juta rupiah. Semua kembali pada apa alat yang dibutuhkan selama proses bisnis dijalankan.

Baca Juga: Cara membuat pembukuan keuangan usaha kecil

3. Biaya Operasional

Jangan lupakan juga biaya operasional untuk menjalankan bisnisnya. Biaya operasional ini terdiri dari beberapa golongan yang sangat krusial diantaranya air, listrik, keamanan, kebersihan, kelengkapan bahan yang mudah habis, hingga gaji pegawai. Semua aspek ini harus diperhitungkan.

Bagian yang paling banyak menghabiskan dana adalah biaya gaji pegawai dan listrik. Hal ini dikarenakan secara tidak langsung ada beberapa proses penggunaan alat cukur yang memerlukan listrik. Sedangkan untuk biaya keamanan dan kebersihan bisa dipangkas jika bisnisnya masih kecil.

4. Biaya Promosi

Golongan modal terakhir yang harus diperhitungkan adalah biaya promosi. Hal ini juga harus dilakukan dan dipikirkan sejak awal. Semakin baik dan semakin aktif promosinya, maka jasa akan semakin dilirik banyak pihak. Sedangkan proses promosi sendiri akan membutuhkan biaya.

Baik itu promosi secara online atau secara offline, aspek biaya menjadi golongan utama yang tidak bisa dilewatkan begitu saja. Nantinya, dana yang dikeluarkan bisa dialihkan untuk mencetak banner, kerja sama dengan influencer, dan beberapa model lainnya.

Baca Juga: 5+ Contoh bisnis untuk memenuhi kebutuhan sosial

Bagaimana Cara Memulai Usaha Barbershop?

Bagi yang ingin memulai bisnis barber shop, maka harus tahu dulu bagaimana cara memulai usaha barbershop yang benar. Untuk membuka bisnis ini, tentunya bukan hanya satu dua proses saja yang diterapkan. Namun ada serangkaian proses kompleks yang harus menjadi fokus utama.

Apabila semua cara yang akan disarankan ini dilakukan dengan baik, maka proses membuka bisnis ini juga akan semakin terarah. Penasaran apa saja cara yang harus diperhatikan dan harus diikuti? Untuk uraiannya, simak penjabaran di bawah ini:

1. Tentukan Konsep Sejak Awal

Cara pertama yang bisa diikuti adalah dengan menentukan konsep sejak awal. Konsep awal ini terdiri dari brand barber shop, bagaimana konsep desain ruangan, apa saja layanan yang akan diberikan, dan bagaimana proses promosi yang akan dilakukan.

Semua aspek ini harus diperhatikan sejak awal agar nantinya proses pengurusan selanjutnya akan jauh lebih mudah. Apabila bagian ini tidak diperhatikan sejak awal, maka nantinya pemilik bisnis akan kesulitan menentukan langkah lanjutan yang harus diambil.

Baca Juga: Cara membuat surat izin usaha mikro kecil online mudah dan cepat

2. Buat Rincian Modal

Setelah semua konsep dibuat dengan baik, maka perincian modal membuka bisnis barber shop awal bisa dilakukan. Proses perincian modal ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan dari konsep yang sudah dibuat di awal. Oleh karenanya, poin cara kedua ini masih ada kaitannya dengan golongan cara pertama.

Penentuan modal awal ini juga harus disesuaikan dengan golongan kemampuan yang dimiliki. Apabila setelah dibuat rinciannya dan modal masih terlalu besar, maka lakukan proses pemangkasan pada beberapa bagian. Dengan demikian, dana akan sesuai dengan kemampuan masing-masing pihak.

3. Cari Lokasi Sesuai Kebutuhan

Kemudian untuk proses pencarian lokasi bisnis juga masuk dalam jajaran pentingnya. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, tempat untuk membuka bisnis barber shop bisa di rumah atau mencari tempat lain. Jika masih memiliki tempat di rumah dan lokasi rumah sangat strategis, maka ini bisa dijadikan pilihan.

Namun jika rumah berada di tempat yang agak terpencil, maka akan lebih baik mencari lokasi strategis lainnya. Misal di tepi jalan besar, atau yang dekat dengan fasilitas umum lainnya. Dengan demikian, akan semakin banyak pihak yang melihat bisnis dan pengguna jasa juga bisa semakin banyak.

Baca Juga: Inilah usaha Dagang yang laku setiap hari dan menjanjikan

4. Lengkapi Semua Peralatan

Peralatan memang masuk jajaran aspek penting yang kehadirannya wajib ada. Semakin lengkap peralatannya, maka proses menjalankan usahanya juga akan semakin baik. Berikut beberapa peralatan yang dibutuhkan untuk bisnis ini:
  • Mesin pencukur rambut
  • Gunting rambut
  • Water spray
  • Sisir
  • Handuk
  • Pisau cukur
  • Shaving cream
  • Kursi barber
  • Produk grooming
  • Apron
  • Masker
  • Sarung tangan
  • Disinfektan
Semua peralatan ini akan lebih baik jika ada secara lengkap. Sedangkan untuk peralatan lain yang bisa mendukung jasa juga bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Daftar di atas hanya untuk peralatan wajib yang harus disediakan oleh pihak penyedia jasa.

Baca Juga: Cara memulai usaha strartup untuk pemula

5. Buka Bisnis dengan Layanan Terbaik

Pemberian layanan yang baik juga harus dilakukan. Jadi bukan hanya skill potong rambut yang dihadirkan, namun juga layanan terbaiknya. Kalau perlu, berikan beberapa paket promo yang sudah disesuaikan dengan midan dan keinginan pengguna jasa.

6. Jangan Lupakan Pembukuan

Sebagai seorang pebisnis, jangan pernah melupakan suatu proses pembukuan. Meski pengguna jasa banyak namun jika tidak dilakukan pembukuan yang baik, maka keuntungan buka barbershop tidak akan diketahui dengan jelas. Dengan demikian, keuntungan yang didapat juga tidak akan terlihat.

7. Cari Tenaga Berpengalaman

Jangan lupa juga untuk mencari tenaga kerja yang berpengalaman di bidangnya. Semakin baik skill yang dimiliki, maka hal ini akan sangat bermanfaat untuk bisnis. Namun selain itu, pastikan juga untuk mempertimbangkan kepribadian tenaga kerja yang akan dipilih.

Baca Juga: Ide bisnis sekitar kampus yang menguntungkan

8. Buat Strategi Promosi Menarik

Strategi promosi juga harus diberikan dengan baik. Meski aspek promosi sudah ditentukan sejak awal, namun tidak ada salahnya untuk mengikuti golongan tren yang sedang berkembang. Dengan demikian, bisnis akan diketahui dan dijangkau lebih banyak orang.

Itulah penjelasan lengkap tentang bisnis barber shop dan segala seluk beluknya. Dengan mempertimbangkan dan memperhatikan semua poin di atas, maka proses pengurusannya akan jauh lebih mudah. Oleh sebab itu, jangan kecualikan satu poin pun. Terimakasih sudan membaca di Barangku.id.