Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Seputar Rock Climbing, Olahraga Ekstrem yang Ternyata Aman

Anda pernah mendengar tentang rock climbing? Mungkin belum banyak dikenal masyarakat, namun aktivitas olahraga outdoor ini semakin banyak diminati. Olahraga yang sangat memacu adrenalin, membuat penasaran sekaligus tertantang untuk menaklukkannya.

Pada mulanya, aktivitas ini dilakukan untuk menemukan sumber perlindungan dan kehidupan, terutama daerah pantai serta kawasan karst. Tujuannya mencari mata air atau sarang burung.

Namun seiring berjalannya waktu, olahraga ini menarik minat banyak pecinta alam. Memanjat bebatuan yang kemiringannya melebihi 45 derajat tentu sangat mendebarkan. Agar lebih memahaminya, mari simak pembahasan berikut:

Definisi

perlengkapan rock climbing
Rock Climbing

Rock climbing
adalah jenis olahraga berupa aktivitas panjat tebing. Olahraga ini sangat mengandalkan kekuatan tubuh, daya tahan, kelenturan, kerjasama tim, dan tentunya kecerdasan agar bisa mencapai puncaknya.

Tidak terdapat aturan baku terkait olahraga ini, sebab awalnya sendiri termasuk aktivitas petualangan murni dan bukan dikhususkan sebagai olahraga. Banyak orang memanjat tebing dengan peralatan yang seadanya saja, sehingga risikonya pun bertambah.

Berhubung semakin banyak yang tertarik mencoba, panjat tebing kemudian diresmikan menjadi olahraga murni. Dibentuk peraturan jelas dan ketat, termasuk peralatan keamanan wajib untuk dimiliki. Tujuannya adalah memastikan keselamatan siapa saja yang melakukannya.

Jenis-jenis Rock Climbing

Jika Anda tertarik mencoba olahraga yang cukup ekstrem ini, maka perlu persiapan yang matang. Terlebih dahulu mari mengenal tentang beberapa jenis panjat tebing sehingga lebih aman ketika menjalankannya. Ada beberapa jenis, yaitu:

1. Free Climbing

Pertama ada free climbing, yakni panjat tebing yang bersifat bebas. Maksudnya lebih berfokus pada penggunaan tangan serta kaki untuk menaikkan ketinggiannya. Seseorang yang menjalankan free climbing biasanya tidak banyak menggunakan bantuan alat.

Umumnya hanya memakai tali untuk mengamankan apabila seandainya terjatuh. Perlengkapannya sangat minim dan lebih banyak dilakukan oleh mereka yang sudah cukup handal sehingga resikonya lebih rendah.

2. Lead Climbing

Anda dapat melakukan lead climbing dengan tali sebagai pengaman utama ketika memanjat. Umumnya dilakukan dua orang ataupun lebih. Jadi, seseorang diantaranya akan terlebih dahulu memanjat sebagai pemimpin (leader). Tugasnya yakni memasang pengaman untuk pemanjat selanjutnya.

Sesudah itu, leader akan memakai harnes yang dihubungkan dengan tali kemudian terhubung ke pemanjat selanjutnya. Olahraga ini dapat dilakukan pada dinding buatan maupun dinding alam.

3. Bouldering

Selanjutnya ada tipe bouldering, cocok bagi Anda yang ingin mencoba jalur pendek sehingga tidak perlu memakai tali. Bouldering cocok untuk pemula, dilengkapi alat pengaman seperti crash pad atau matras. Bouldering dapat dijalankan di dalam maupun luar ruangan.

4. Top Rope Climbing

Tipe panjat tebing selanjutnya adalah top rope, yang juga cocok untuk dilakukan pemula. Anda dapat mempelajari secara langsung cara memanjat tebing dengan pengaman yang dipasangkan pada anchor system.

Letaknya di atas, sudah terhubung ke belayer. Sehingga, ketika Anda memanjat, cukup berfokus dengan pijakan dan pegangannya saja. Seandainya terjatuh pun, tetap aman sebab ditahan oleh belayer.

Perlengkapan Rock Climbing yang Wajib Disiapkan

Sebelumnya telah dijelaskan beberapa jenis dari rock climbing yang dapat Anda sesuaikan dengan kemampuan. Agar panjat tebing berlangsung dengan lancar dan aman, Anda wajib berada pada kondisi fisik prima serta menyiapkan berbagai perlengkapan, seperti:

1. Sepatu Khusus Climbing

Sepatu merupakan bagian yang sangat krusial jika Anda hendak melakukan rock climbing. Pasalnya, sepatu untuk climbing sudah secara khusus didesain dengan fungsi tertentu sesuai tingkat kemarahan. Maka dari itu, Anda perlu memilihnya dengan benar sesuai kebutuhan.

2. Tali Karmantel

Anda memerlukan tali karmantel untuk mengamankan dari jatuh. Pilihlah tali yang kelenturannya lebih dari 10%, agar lebih kuat dan berumur panjang untuk digunakan. Umumnya, tali karmantel untuk memanjat tebing memiliki panjang mulai 50 sampai 70 meter.

Tali ini digunakan untuk menghubungkan bagian puncak dengan tebing bawahnya. Perlengkapan gunung dari Eiger menyediakan tali karmantel serta alat-alat lain yang dibutuhkan untuk climbing. Jadi, Anda dapat menemukan banyak alat sesuai dengan kebutuhan.

3. Carabiner

Carabiner, disebut sebagai cincin pengait fungsinya adalah menghubungkan sebuah alat dengan alat yang lain. Bahan pembuatannya adalah aluminium alloy sehingga ringan, namun kekuatannya mumpuni. Jika pen pada cincin ini mulai longgar, ganti yang baru sehingga tetap aman.

4. Harness

Harness adalah peralatan wajib untuk mengamankan dan menopang tubuh. Anda bisa mengenakannya di pinggang, setelah itu dikaitkan ke tali pada bagian atas tebingnya. Agar nyaman dipakai, pastikan menggunakan yang pas di tubuh, tidak terlalu ketat ataupun longgar.

5. Ascender dan Descender

Dua alat ini banyak berfungsi ketika menaiki dan menuruni tebing, sehingga kecepatannya dapat ditahan. Kedua alat ini dibuat dari aluminium alloy sehingga beratnya relatif ringan. Meski begitu, kekuatannya telah terbukti mampu mengamankan para pemanjat.

Itulah informasi seputar rock climbing, olahraga dimana Anda akan memanjat tebing dengan kemiringan yang cukup menantang. Meski terbilang ekstrim, namun dengan persiapan serta perlengkapan yang matang, Anda bisa melakukannya dengan aman.