Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Kiat-kiat Membuat Contoh Surat Izin Sakit Kasual!

Surat izin merupakan keterangan tertulis yang disampaikan seseorang untuk memohon ketidakhadirannya pada suatu agenda, dikarenakan alasan tertentu, dan ditujukan pada pihak seperti institusi sekolah, tempat kerja, organisasi, dan lain sebagainya. Artikel ini akan menjelaskan tentang contoh surat izin sakit kasual yang bisa Anda terapkan, jika ada dalam situasi tersebut.

Merujuk pada penjelasan di atas, surat izin sakit memang dikhususkan untuk diajukan pada keadaan kurang mengenakkan yang sedang Anda hadapi. Tentunya, surat izin sakit perlu adanya kebenaran dari individu yang bersangkutan. Hal ini diharuskan agar individu mampu bertanggung jawab atas situasi yang dihadapi.

Untuk lebih jelasnya simak ulasan ini hingga selesai, agar Anda mendapatkan keseluruhan insight-nya!

Menulis Surat Izin Sakit Kasual

Kiat-kiat Membuat Contoh Surat Izin Sakit Kasual!
Kiat-kiat membuat contoh surat izin sakit
kasual. Photo: Freepik.com
Sebelumnya mungkin Anda sudah tahu tentang cara membuat surat izin sakit tidak masuk kerja secara formal. Tetapi apakah Anda familiar dengan penulisan surat izin sakit secara kasual? Biasanya metode ini digunakan dalam bidang bisnis, dengan menggunakan media seperti Email dan aplikasi chatting lainnya. meskipun medianya berubah, namun etika kesopanan dan tata krama surat-menyurat perlu ditekankan.

Pada contoh surat izin sakit kasual, Anda bisa mengenalinya dengan kata sapaan (salutation) dan penutup (complimentary close) yang lebih standar. Walaupun demikian, surat izin sakit kasual tetap diterima tanpa mengurangi maksud dari kesopanan yang Anda jaga. Berikut penjelasan kata sapaan dan penutup yang sesuai untuk digunakan.

Sapaan (Salutation)

Sapaan atau salutation biasanya ditulis di awal surat (surat/Email). Langkah ini dimaksudkan untuk menyapa individu yang sedang Anda surati, bisa saja atasan, teman, rekan bisnis, dan lainnya. Umumnya, kata sapaan sering menggunakan kata ‘Dear..’ yang diletakkan di awal margin kiri surel. Selain itu, format penulisannya harus menggunakan huruf kapital di awalnya.

Jika hubungan Anda dengan individu yang akan menerima surat cukup dekat, bisa disisipkan nama orang tersebut. Hubungan ini bisa diibaratkan rekan bisnis, yang mana orang tersebut dulunya adalah teman Anda. contoh penulisannya sebagai berikut.

Dear Astana,

Atau bisa ditujukan kepada orang yang memiliki gelar dan jabatan, tetapi Anda kurang mengenalnya. Misalnya sebagai berikut.

Dear Professor Anya Widya,

Dear Dr. Dewana, Dear Ms. Sarah,


Lalu, bila Anda tidak mengenal namanya, bisa ditujukan kepada grup atau perusahaan. Ini menjadi solusi dengan menggunakan generic salutation, sebagai berikut ini.

Dear HRD Manager,

Dear Occupant,

Dear Kolega,

Penutup (Complimentary Close)

Penempatan kalimat penutup atau complimentary close, biasanya dituliskan di akhir surat, atau lebih tepatnya setelah isi surat izin sakit Anda. Kalimat penutup berfungsi untuk mengakhiri korespondensi secara tepat dan sopan. Tentunya untuk menulis kalimat penutup, Anda sudah mengetahui informasi penerima, sehingga kedekatan Anda begitu dekat dengan penerima. Biasanya penulisan contoh surat izin sakit kasual, untuk bagian penutup sebagai berikut.

Salah Hormat,

Sungguh-sungguh,

Semoga Sukses,

Penutup di atas mungkin paling umum dan aman untuk disampaikan kepada siapa saja. Namun. Jika hubungan Anda dengan penerima surat sangatlah dekat, isi serta penutup surat dapat lebih personal lagi. Contohnya dengan menyisipkan kata seperti ‘salam hangat’, ‘salam’, ‘ semoga berhasil’. Anda juga bisa menyematkan kalimat seperti berikut.

‘Sekali lagi terima kasih, karena telah memaklumi Saya tidak mengikuti agenda ini’

‘Semua yang terbaik’

Baca Juga : Etika Membuat Surat izin Kerja

Berikut menjadi contoh surat izin sakit kasual yang bisa Anda terapkan. Tulisan ini dapat menjadi panduan bagi Anda yang ingin menulis surat kepada kolega, rekan bisnis, hingga orang penting lainnya, yang cukup dekat dengan Anda. Perlu Anda perhatikan, jika penulisan surat izin sakit formal dan kasual sangat berbeda. Tentunya dengan mengenali contoh kata sapaan dan penutup di atas Anda bisa mempraktekkan cara ini dengan mudah.